Apa Itu Saham? Inilah Pengertian dan Jenisnya

Apa itu saham? Barangkali, Anda sudah sering mendengar istilah yang satu ini dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, Anda belum tahu arti dan makna yang sesungguhnya dari istilah tersebut.

Saham merupakan surat yang menjadi bukti bahwa seseorang mempunyai bagian modal dalam suatu perusahaan. Seseorang yang memiliki saham berarti mempunyai hak atas sebagian aset perusahan tempatnya berinvestasi.

Contohnya, jika perusahaan menerbitkan 2.000 lembar saham dan Anda memiliki 100 lembar saham, maka Anda memiliki kepemilikan aset yang cukup menjanjikan di perusahaan tersebut.

Apa Itu Saham?

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menjadi bukti kepemilikan nilai pada sebuah perusahaan. Pemilik saham mempunyai hak atas keuntungan dan suara sepanjang perusahaan tersebut berdiri. Selain itu, pemilik saham juga memegang tanda bukti kepemilikan sahamnya.

Pemilik saham mayoritas tentu memiliki andil dalam mengendalikan suatu perusahaan. Pemilik saham juga mempunyai hak untuk memperoleh dividen yang sesuai dengan jumlah saham yang dipegangnya.

Perolehan dividen ini umumnya tergantung dengan keuntungan perusahaan tersebut. Selain itu, pembagian dividen juga telah diatur dan disesuaikan anggaran dasar perusahaan.

Penerbitan saham adalah suatu cara bagi perusahaan untuk memperoleh modal atau dana segar untuk mengembangkan bisnis jangka panjang. 

Saham bisa diperdagangkan melalui Bursa Efek dengan harga yang fluktuatif, tergantung dengan kondisi perusahaan dan kondisi ekonomi secara luas.

Jenis-Jenis Saham

Setelah mengetahui apa itu saham, Anda juga perlu memahami jenis-jenis saham. Seperti yang diketahui bahwa saham terbagi menjadi dua, yakni saham biasa dan saham preferen.

Penjelasan lengkap mengenai kedua jenis saham tersebut di antaranya sebagai berikut:

#1. Saham Biasa

Saham biasa adalah jenis saham yang dapat diklaim berdasarkan keuntungan atau kerugian pada suatu perusahaan. Jika tata cara likuidasi dipraktikkan, maka para pemilik saham biasa dapat memperoleh prioritas terakhir dalam pembagian dividen.

Dalam saham biasa, para pemegang saham mempunyai kewajiban yang cukup terbatas. Jadi, ketika perusahaan yang diinvestasi dinyatakan bangkrut, maka jumlah kerugian yang ditanggung para pemilik saham yaitu sebesar nilai modal yang telah dikucurkannya.

Ciri-ciri saham biasa yakni setiap pemegang saham memiliki hak suara yang sama dalam memilih dewan komisaris. Selain itu, hak pemilik saham akan diprioritaskan ketika perusahaan mengeluarkan saham baru. 

Ciri-ciri lainnya yaitu pemilik saham bertanggung jawab sebatas saham yang telah dikeluarkannya.

#2. Saham Preferen

Jenis-jenis saham yang kedua adalah saham preferen (preferred stock). Umumnya, perusahaan tidak memberikan hak kepada pemilik saham preferen untuk memberikan suara dalam pengambilan keputusan.

Namun, pemegang saham memperoleh keistimewaan yang lebih tinggi pada aset dan penghasilan. Contohnya, pemegang saham preferen dapat memperoleh dividen terlebih dahulu dibandingkan pemilik saham biasa.

Hal ini tentu dapat menjadi keunggulan tersendiri karena para pemegang saham memperoleh prioritas dari perusahaan. Pada saham preferen, nilai pembagian labanya juga tergolong tetap.

Ketika perusahaan mengalami gulung tikar, maka pemegang saham preferen akan lebih diprioritaskan dalam pembagian hasil penjualan. Sekilas, saham preferen memang nampak sama dengan obligasi karena pemegang saham dapat mengklaim laba dan aktiva sebelumnya.

Ciri-ciri saham preferen yakni terdiri dari beberapa tingkatan yang dapat diterbitkan dalam karakteristik yang berbeda. Selain itu, saham preferen juga dapat ditukarkan dengan saham biasa asalkan ada kesepakatan antara perusahaan dengan pemegang saham.


Dari pemaparan di atas, tentu Anda sudah memahami apa itu saham dan apa saja jenis-jenisnya. Dengan begitu, Anda bisa mulai menentukan jenis saham apa yang sebaiknya Anda beli dan digunakan untuk investasi jangka panjang.